Langsung ke konten

Saat memilih tempat tinggal, dahulukan lama komute; persingkat komute sekali jalan

  • Nilai sedang
  • Bukti B
  • Waktu dan tenaga
  • Diperdebatkan
  • Mahal
  • Beberapa jam
  • Tanpa tekad khusus

Singkatnya

Orang yang komutenya lebih panjang merasa hidupnya kurang baik. Kerugian ini tidak tergantikan oleh gaji atau tempat tinggal. Kalau komute sekali jalan dipangkas 30 menit, dalam seminggu Anda menghemat sekitar 5 jam.

Biaya

Biaya tinggi. Mungkin harus membayar sewa yang lebih mahal, atau pindah ke rumah yang lebih kecil. Pindah rumah juga memakan waktu.

Yang Anda dapat

Warga Tiongkok rata-rata menghabiskan 50 menit per hari untuk transportasi. Kalau hanya dihitung hari yang ada perjalanan, 1 jam 2 menit. Ini angka tahun 2024. Data Jerman yang melacak orang yang sama selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa orang dengan komute lebih panjang secara konsisten merasa kesejahteraan subjektifnya (merasa hidupnya baik atau tidak) lebih rendah. Kerugian ini juga tidak dikompensasi oleh pendapatan maupun tempat tinggal. Tinjauan yang merangkum beberapa penelitian juga menegaskan bahwa makin lama komute, makin besar ketidakpuasan orang terhadap komutenya, dan ini berlaku terlepas dari moda transportasinya. Kalau komute sekali jalan dipangkas 30 menit, sekitar 5 jam dihemat per minggu.

Catatan

Perdebatan: Chatterjee dkk. merangkum beberapa penelitian dan menyatakan bahwa hubungan antara lama komute dan kepuasan hidup secara keseluruhan belum terlihat stabil. Menurut mereka, orang pada dasarnya bisa menukar kerugian komute yang panjang dengan pekerjaan atau tempat tinggal yang lebih baik. Perlu diperhatikan bahwa statistik aktivitas transportasi menghitung semua perjalanan, bukan hanya komute. Selain itu, kalau bisa berangkat dan pulang di luar jam sibuk, rute yang sama juga bisa ditempuh lebih cepat.

Tingkat bukti
B : Didukung penelitian tetapi tanpa angka pasti, atau berdasarkan studi kecil atau tunggal.
Sumber
  1. Stutzer, A., & Frey, B. S. (2008). Stress that doesn't pay: The commuting paradox. Scandinavian Journal of Economics, 110(2), 339–366. https://doi.org/10.1111/j.1467-9442.2008.00542.x
  2. Chatterjee, K., et al. (2020). Commuting and wellbeing: A critical overview of the literature with implications for policy and future research. Transport Reviews, 40(1), 5–34. https://doi.org/10.1080/01441647.2019.1649317
  3. 国家统计局 (2024). 第三次全国时间利用调查公报(第二号). https://www.stats.gov.cn/sj/zxfb/202410/t20241031_1957216.html

Diterjemahkan dari naskah asli berbahasa Tionghoa. Buku asli, bagian 4, saran 18. Isinya bisa sudah usang dan aturan berbeda di tiap tempat. Saat mengurus sesuatu, berobat, atau berperkara, ikuti petunjuk instansi, dokter, atau pengacara. Penafian